Kamis, 04 Februari 2016

Mubaligh-Mubaleghot

Pada dasarnya setiap Muslim adalah mubaligh karena setiap individu orang Islam dituntut untuk menyampaikan ajaran Islam walau hanya satu ayat, sesuai dengan sabda Nabi dalam Hadist Shohih Bukhori No.3461:
3461 – ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻋَﺎﺻِﻢٍ ﺍﻟﻀَّﺤَّﺎﻙُ ﺑْﻦُ ﻣَﺨْﻠَﺪٍ، ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﺍﻷَﻭْﺯَﺍﻋِﻲُّ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺣَﺴَّﺎﻥُ ﺑْﻦُ ﻋَﻄِﻴَّﺔَ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻛَﺒْﺸَﺔَ، ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦِ ﻋَﻤْﺮٍﻭ، ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺑَﻠِّﻐُﻮﺍ ﻋَﻨِّﻲ ﻭَﻟَﻮْ ﺁﻳَﺔً، «ِ…
… dari Abdillah bin Amri, sesungguhnya Nabi SAW bersabda:”Sampaikan dariku walaupun hanya satu ayat”…
Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan Islam Quran dan Hadist merupakan peran besar dari para Ulama, Mubaligh dan Mubalighot. Bagaimanakah profil mubaligh dan mubalighot yang sukses mengembangkan Islam, memiliki banyak pengikut dan santri? Setidaknya ada 3 syarat untuk menjadi seorang penyampai agama yang berhasil:
1. Banyak ilmunya
2. Berakhlakul karimah
3. Semangat dalam mengajarkan ilmunya dan mengajak belajar.
1. Seorang Mubaligh Harus Banyak Ilmunya
Mubaligh adalah tokoh panutan yang dipandang oleh masyarakat Muslim, karena itu mutlak bagi seorang mubaligh untuk memiliki ilmu sebanyak-banyaknya. Untuk itu para penyebar agama diharuskan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Seperti sabda sahabat Umar RA tertulis dalam hadist Bukhari Kitabu Ilmi:
< ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻋُﻤَﺮُ : ‏« ﺗَﻔَﻘَّﻬُﻮﺍ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﺗُﺴَﻮَّﺩُﻭﺍ ‏» … ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ
“Fahamkanlah dirimu sebelum menjadi panutan …”
Salah satu metoda mencari ilmu adalah dengan mondok. Mondok adalah belajar agama dengan meluangkan waktu khusus di lingkungan yang terisolasi khusus untuk belajar agama dengan meninggalkan keluarga jauh dari pengaruh-pengaruh dunia lainnya.
Menuntut ilmu dengan cara mondok sudah dilakukan oleh para sahabat pada jaman Rasulillah SAW, seperti diriwayatkan dalam hadist Shohih Bukhori No.6008 Kitabul Adab
6008 – ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣُﺴَﺪَّﺩٌ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺇِﺳْﻤَﺎﻋِﻴﻞُ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﻳُّﻮﺏُ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻗِﻼَﺑَﺔَ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺳُﻠَﻴْﻤَﺎﻥَ ﻣَﺎﻟِﻚِ ﺑْﻦِ ﺍﻟﺤُﻮَﻳْﺮِﺙِ، ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﺗَﻴْﻨَﺎ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻭَﻧَﺤْﻦُ ﺷَﺒَﺒَﺔٌ ﻣُﺘَﻘَﺎﺭِﺑُﻮﻥَ، ﻓَﺄَﻗَﻤْﻨَﺎ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻋِﺸْﺮِﻳﻦَ ﻟَﻴْﻠَﺔً، ﻓَﻈَﻦَّ ﺃَﻧَّﺎ ﺍﺷْﺘَﻘْﻨَﺎ ﺃَﻫْﻠَﻨَﺎ، ﻭَﺳَﺄَﻟَﻨَﺎ ﻋَﻤَّﻦْ ﺗَﺮَﻛْﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺃَﻫْﻠِﻨَﺎ، ﻓَﺄَﺧْﺒَﺮْﻧَﺎﻩُ، ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺭَﻓِﻴﻘًﺎ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ‏« ﺍﺭْﺟِﻌُﻮﺍ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻴﻜُﻢْ، ﻓَﻌَﻠِّﻤُﻮﻫُﻢْ ﻭَﻣُﺮُﻭﻫُﻢْ، … ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ‏»
__________
‏[ ﺗﻌﻠﻴﻖ ﻣﺼﻄﻔﻰ ﺍﻟﺒﻐﺎ ‏]
5662 ‏( 5/2238 ‏) - ‏[ ﺭ 602 ‏]
… Abi Sulaiman Malik Malik bin Al-Huwairitsi meriwayatkan:”Kami dating pada Nabi SAW dan saya adalah pemuda yang sebaya maka kami bertempat di sisi Nabi (mondok) dua puluh hari, maka kami merasa rindu keluarga kami dan Nabi bertanya pada kami perihal orang yang meninggalkan keluarga kami maka memberitahukan kami pada Nabi dan Nabi dengan lembut dan penyayang maka belai bersabda: ”Kembalilah kalian pada keluarga kalian maka ajarilah mereka (keluarga)dan perintahlah mereka … al-Hadist.
[Hadist Shohih Bukhori No.6008 Kitabul Adab]
Selain dengan mondok, Untuk memiliki banyak ilmu juga bisa dilakukan dengan mengabdi pada orang alim. Cara ini dicontohkan oleh sahabat Abi Hurairah yang mengabdikan hidupnya pada Rasulullah SAW selama tiga tahun. Selama itu pula hidup Abi Hurairah tidak lepas dari Nabi. Karena itu Abi Hurairah dikenal sebagai sahabat yang paling banyak mempunyai hadist yang konon mencapai 5672 hadist. Banyaknya ilmu Aba Hurairah ini mengherankan para sahabat lain dari golognan Ansor maupun Muhajir. Salah satu sisi hidup Aba hurairah ini tercatat dalam Hadist Bukhari Nomor 2047 Kitabul Buyu’
2047 – ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺍﻟﻴَﻤَﺎﻥِ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺷُﻌَﻴْﺐٌ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﺰُّﻫْﺮِﻱِّ، ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧِﻲ ﺳَﻌِﻴﺪُ ﺑْﻦُ ﺍﻟﻤُﺴَﻴِّﺐِ، ﻭَﺃَﺑُﻮ ﺳَﻠَﻤَﺔَ ﺑْﻦُ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ، ﺃَﻥَّ ﺃَﺑَﺎ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، ﻗَﺎﻝَ : ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﺗَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ : ﺇِﻥَّ ﺃَﺑَﺎ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻳُﻜْﺜِﺮُ ﺍﻟﺤَﺪِﻳﺚَ ﻋَﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻭَﺗَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ ﻣَﺎ ﺑَﺎﻝُ ﺍﻟﻤُﻬَﺎﺟِﺮِﻳﻦَ، ﻭَﺍﻷَﻧْﺼَﺎﺭِ ﻻَ ﻳُﺤَﺪِّﺛُﻮﻥَ ﻋَﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﺑِﻤِﺜْﻞِ ﺣَﺪِﻳﺚِ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ، ﻭَﺇِﻥَّ ﺇِﺧْﻮَﺗِﻲ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻤُﻬَﺎﺟِﺮِﻳﻦَ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺸْﻐَﻠُﻬُﻢْ ﺻَﻔْﻖٌ ﺑِﺎﻷَﺳْﻮَﺍﻕِ، ﻭَﻛُﻨْﺖُ ﺃَﻟْﺰَﻡُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻋَﻠَﻰ ﻣِﻞْﺀِ ﺑَﻄْﻨِﻲ، ﻓَﺄَﺷْﻬَﺪُ ﺇِﺫَﺍ ﻏَﺎﺑُﻮﺍ، ﻭَﺃَﺣْﻔَﻆُ ﺇِﺫَﺍ ﻧَﺴُﻮﺍ، ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻳَﺸْﻐَﻞُ ﺇِﺧْﻮَﺗِﻲ ﻣِﻦَ ﺍﻷَﻧْﺼَﺎﺭِ ﻋَﻤَﻞُ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟِﻬِﻢْ، ﻭَﻛُﻨْﺖُ ﺍﻣْﺮَﺃً ﻣِﺴْﻜِﻴﻨًﺎ ﻣِﻦْ ﻣَﺴَﺎﻛِﻴﻦِ ﺍﻟﺼُّﻔَّﺔِ، ﺃَﻋِﻲ ﺣِﻴﻦَ ﻳَﻨْﺴَﻮْﻥَ … ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ
…Abi Hurairah RA mengatakan sesungguhnya kamu sekalian mengatakan sesungguhnya Aba Hurairah memperbanyak Hadist dari Rasulillah SAW dan kalian mengatakan bagaimana keadaannya Muhajir dan Anshor tidak meriwayatkan Hadist dari Rasulillah SAW sebanyak hadist Abi Hurairah dan sesungguhnya saudara-saudaraku dari Muhajir ada menyibukkan pada mereka jual beli di pasar dan aku selalu bersama Rasulullah SAW atas kenyangnya perutku maka aku hadir ketika merika tidak hadir dan aku hafal ketika mereka lupa dan saudara-saudaraku dari anshor menyibukkan diri dalam urusan harta mereka sedangkan aku orang miskin dari Asshufah saya hafal / faham apa-apa yang mereka lupa …al-hadist.
&nbsp
2. Berakhlakul Karimah
Memiliki budi pekerti yang baik merupakan syarat mutlak bagi seorang mubaligh atau mubalighot. Seorang penyampai agama dituntut berpenampilan yang baik, lemah lembut, sopan santun, tabah dan sabar. Sesuai dengan Firma Allah dalam surat Ali Imron ayat 159 :
ﻓَﺒِﻤَﺎ ﺭَﺣْﻤَﺔٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟِﻨْﺖَ ﻟَﻬُﻢْ ﻭَﻟَﻮْ ﻛُﻨْﺖَ ﻓَﻈًّﺎ ﻏَﻠِﻴﻆَ ﺍﻟْﻘَﻠْﺐِ ﻟَﺎﻧْﻔَﻀُّﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺣَﻮْﻟِﻚَ … ﺍﻻﻳﺔ
Maka sebab rahmat dari Allah engkau lemah lembut kepada mereka seandainya engkau keras dan kasar hatimu niscaya mereka bubar dari sekelilingmu …
Sifat sabar dan lemah lembut juga ditunjukkan oleh Rasulullah SAW dalam mengajar atau menasehati seseorang. Seperti kesaksian sahabat Muawiyah bin Alhkam yang tercatat dalam Hadist shohih Muslim No. 537 (33) bahwa tidak ada orang yang lebih baik perilakunya dalam mengajar selain Nabi.
33 – ‏( 537 ‏) … ، ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺻَﻠَّﻰ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ، ﻓَﺒِﺄَﺑِﻲ ﻫُﻮَ ﻭَﺃُﻣِّﻲ، ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﻣُﻌَﻠِّﻤًﺎ ﻗَﺒْﻠَﻪُ ﻭَﻟَﺎ ﺑَﻌْﺪَﻩُ ﺃَﺣْﺴَﻦَ ﺗَﻌْﻠِﻴﻤًﺎ ﻣِﻨْﻪُ، ﻓَﻮَﺍﻟﻠﻪِ، ﻣَﺎ ﻛَﻬَﺮَﻧِﻲ ﻭَﻟَﺎ ﺿَﺮَﺑَﻨِﻲ ﻭَﻟَﺎ ﺷَﺘَﻤَﻨِﻲ، ﻗَﺎﻝَ : ‏« ﺇِﻥَّ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻟَﺎ ﻳَﺼْﻠُﺢُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺷَﻲْﺀٌ ﻣِﻦْ ﻛَﻠَﺎﻡِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ، ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻫُﻮَ ﺍﻟﺘَّﺴْﺒِﻴﺢُ ﻭَﺍﻟﺘَّﻜْﺒِﻴﺮُ ﻭَﻗِﺮَﺍﺀَﺓُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ‏»
… ketika Rasulullah SAW selesai shalat dengan bapak dan ibuku (kata sanjungan) aku tidak pernah melihat orang yang mengajar sebelum Nabi dan sesudah Nabi lebih baik mengajarnya daripada Nabi. Maka demi Allah beliau tanpa membentak dan tanpa memukul dan tidak mencela beliau bersabda: “Sesungguhnya ini shalat tidak boleh dalam shalat sesuatu dari perkataan manusia sesungguhnya shalat itu mensucikan dan takbir dan membaca Al-Quran…”
[Hadist shohih Muslim No. 537 (33)]
3. Semangat dalam mengajarkan ilmunya dan mengajak belajar
Tidak hanya harus semangat mencari ilmu dan banyak menderes, seorang mubaligh juga harus memilki semangat juang yang besar dalam menyebarkan ilmunya. Seorang pembawa agama harus memiliki sifat sabar dan tabah, tidak mudah putus asa dalam mengajarkan ilmunya, siap melayani siapapun yang meminta ilmu kapanpun. Watak ini dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang selalu menyambut gembira setiap orang yang datang untuk mencari ilmu sekalipun kondisi beliau sedang payah. Sebagaimana tertulis dalam Hadist RiwayatTabrani No. 8348
7347 – ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑْﻦُ ﺃَﺣْﻤَﺪَ ﺑْﻦِ ﺣَﻨْﺒَﻞٍ، ﻭﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟْﺤَﻀْﺮَﻣِﻲُّ، ﻗَﺎﻟَﺎ : ﺛﻨﺎ ﺷَﻴْﺒَﺎﻥُ ﺑْﻦُ ﻓَﺮُّﻭﺥٍ، ﺛﻨﺎ ﺍﻟﺼَّﻌْﻖُ ﺑْﻦُ ﺣَﺰْﻥٍ، ﺛﻨﺎ ﻋَﻠِﻲُّ ﺑْﻦُ ﺍﻟْﺤَﻜَﻢِ ﺍﻟْﺒُﻨَﺎﻧِﻲُّ، ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤِﻨْﻬَﺎﻝِ ﺑْﻦِ ﻋَﻤْﺮٍﻭ، ﻋَﻦْ ﺯِﺭِّ ﺑْﻦِ ﺣُﺒَﻴْﺶٍ، ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، ﻗَﺎﻝَ ﺣَﺪَّﺙَ ﺻَﻔْﻮَﺍﻥُ ﺑْﻦُ ﻋَﺴَّﺎﻝٍ ﺍﻟْﻤُﺮَﺍﺩِﻱُّ ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﺗَﻴْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢْ، ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﺘَّﻜِﺊٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ﻋَﻠَﻰ ﺑُﺮْﺩٍ ﻟَﻪُ ﻓَﻘُﻠْﺖُ ﻟَﻪُ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﺇِﻧِّﻲ ﺟِﺌْﺖُ ﺃَﻃْﻠُﺐُ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ‏« ﻣَﺮْﺣَﺒًﺎ ﺑﻄﺎﻟﺐِ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ، ﻃَﺎﻟِﺐُ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ ﻟَﺘَﺤُﻔُّﻪُ ﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔُ ﻭَﺗُﻈِﻠُّﻪُ ﺑِﺄَﺟْﻨِﺤَﺘِﻬَﺎ، ﺛُﻢَّ ﻳَﺮْﻛَﺐُ ﺑَﻌْﻀُﻪُ ﺑَﻌْﻀًﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺒْﻠُﻐُﻮﺍ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻣِﻦْ ﺣُﺒِّﻬِﻢْ ﻟِﻤَﺎ ﻳَﻄْﻠُﺐُ، … ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ
… dari Abdillah bin Masud RA berkata Sofyan bin ‘Asal Al-Muradi bercerita: “Aku datang pada Rasulullah SAW dan beliau sedang bersandar di dalam Masjid atas selimunya, maka aku berkata pada beliau, Wahai rasulullah sesungguhnya saya datang untuk mencari ilmu maka Nabi memngucapkan’ “Selamat datang dengan mencari ilmu, orang yang mencari ilmu para malaikat mengelilingi dan menaungi orang yang mencari ilmu dengan sayap mereka kemudian menaiki sebagian mereka pada sebagian sehingga sampai ke langit dunia karena cinta mereka pada apa-apa yang mereka cari …”
[Riwayat Thabrani No.7347]

Selasa, 02 Februari 2016

Keutamaan Membaca Tasbih

Keutamaan Membaca Tasbih

Keutamaan Membaca Tasbih 

Ada dua kalimat yang ringan diucapkan namun berat bobotnya di timbangan amal. Kedua kalimat itu disenangi oleh Allah, yaitu :

، سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
(Subhanallohi wabihamdihi subhanaloohil’adhiiim)
Artinya: “Alloh Maha Suci dan Maha Terpuji, Alloh Maha Suci Maha Agung”

Demikian sabda Nabi shalallohu alaihi wasallam seperti tertulis dalam Hadist Ibnu Majah No. 3806 Kitabul Adab.
Dzikir tasbih macam lain adalah:

سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ
(Subhanalloh, walhamdulillah, walaa ilaaha illalloh wallohu akbar)
Barang siapa membaca tasbih tersebut setiap satu kalimat akan ditanamkan satu pohon di surga [Hadist Sunan Ibnu Majah No. 3807 Kitabul Adab].

3806 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ، وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَا: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ، عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ، سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

3807 – حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ: حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي سِنَانٍ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي سَوْدَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِهِ وَهُوَ يَغْرِسُ غَرْسًا، فَقَالَ: «يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، مَا الَّذِي تَغْرِسُ؟» قُلْتُ: غِرَاسًا لِي، قَالَ: «أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى غِرَاسٍ خَيْرٍ لَكَ مِنْ هَذَا؟» قَالَ: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: ” قُلْ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، يُغْرَسْ لَكَ بِكُلِّ وَاحِدَةٍ شَجَرَةٌ فِي الْجَنَّةِ ”
__________
[حكم الألباني] صحيح
.. Abi Hurairah meriwayatkan: sesungguhnya Rasulalloh lewat dan Abi Hurairah sedang menanam tanaman. Nabi bersabda: “Wahai Aba Hurairah, apakah yang engkau tanam?”
Aku (Aba Hurairah) menjawab: “Ini tanamanku”.
Nabi bersabda: “Maukah engkau aku tunjukkan tanaman yang lebih baik dari ini?”
Aba Hurairah menjawab: “Tentu saja Wahai Rasulullah”.
Nabi bersabda: “Ucapkanlah ‘سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ‘, ditanam untukmu setiap satu kalimat satu pohon di Surga”
[Hadist Sunan Ibnu Majah No. 3807 Kitabul Adab]

 

Pahalanya Membaca Al-Quran

Pahalanya Membaca Al-Quran

membaca-quran 

Salah satu sunnah utama dalam Islam adalah membaca Al-Quran. “Orang-orang yang mahir membaca Quran bersama Kafilah yang mulya dan bagus, sedangkan orang yang membaca Quran dengan gagap dan berat baginya dua pahala”, demikian sabda Nabi s.a.w. dalam Hadist Ibnu Majah No. 3779 Kitabul Adab. Jadi membaca Quran baik lancar maupun masih belajar keduanya mendapatkan kemulyaan dari Allah.

Rasulullah s.a.w. menggambarkan Al-Quran seperti onta yang diikat. Apabila pemilik onta menjaga tali onta maka onta itu akan tetap padanya, namun jika pemiliknya lalai (mengendurkan talinya) maka unta itu pergi.

Muslimin yang rutin membaca Al-Quran maka hikmah Quran akan tetap melekat padanya namun jika ia jarang membaca Quran maka Quran itu akan lepas darinya.

3779 – حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ قَالَ: حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى، عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ، عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَؤُهُ يَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ اثْنَانِ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

3783 – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْأَزْهَرِ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ: أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَثَلُ الْقُرْآنِ مَثَلُ الْإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ، إِنْ تَعَاهَدَهَا صَاحِبُهَا بِعُقُلِهَا أَمْسَكَهَا عَلَيْهِ، وَإِنْ أَطْلَقَ عُقُلَهَا ذَهَبَتْ»
__________
[حكم الألباني] صحيح

 

Berdoa itu Wajib

Berdoa itu Wajib

 

ldii-doa

 

Salah satu syariat Islam adalah berdoa. Berdoa dalam Islam adalah wajib. Doa adalah senjatanya orang iman. Doa juga merupakan kepalanya ibadah. Orang yang tidak mau berdoa kepada Allah hukumnya sombong dan diancam siksa neraka. 

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (60)
Dan Tuhanmu berfirman, berdoalah kepadaKu akan Aku kabulkan kalian, sesungguhnya orang-orang yang sombong dari beribadah kepadaKu akan Aku masukkan neraka jahannam dengan hina.
[Surat Ghofir ayat 60]

3372 – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ، عَنْ الأَعْمَشِ، عَنْ ذَرٍّ، عَنْ يُسَيْعٍ، عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ» ثُمَّ قَرَأَ: {وَقَالَ رَبُّكُمْ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ} [غافر: 60] : «هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ» وَقَدْ رَوَاهُ مَنْصُورٌ، وَالأَعْمَشُ، عَنْ ذَرٍّ، وَلَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ ذَرٍّ
__________
[حكم الألباني] : صحيح
…Nabi salalluhu alaihi wasallam bersabda:”Berdoa itu ibadah, kemudian beliau membaca ….{وَقَالَ رَبُّكُمْ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ} [غافر: 60]
[Hadist Sunan Termizi No. 3372 ]

3370 – حَدَّثَنَا عَبَّاسُ بْنُ عَبْدِ العَظِيمِ العَنْبَرِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا عِمْرَانُ القَطَّانُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي الحَسَنِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ»
… Abi Hurairah meriwayatkan dari Nabi salallohu alaihi wasallam bersabda:”Tidak ada suatu apapun yang lebih mulya bagi Allah selain doa”.
[Hadist Sunan Termizi No. 3370 ]

 

 

Mulianya Wanita Sholihah

Mulianya Wanita Sholihah

 wanita-sholiha

 

Di dunia ini banyak wanita public figur yang menjadi idola masyarakat. Akan tetapi keteladanan mereka kebanyakan hanya berdasar nilai-nilai intelektual, kepribadian dan penampilan fisik. Islam menjadikan nilai moral religius sebagai landasan kemulyaan seorang wanita. Wanita paling utama dalam Islam adalah wanita yang sholihah. Wanita sholihah merupakan anugerah yang tidak ternilai harganya bagi suami dan keluarga.

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ: ” يَا مُعَاذُ، قَلْبٌ شَاكِرٌ، وَلِسَانٌ ذَاكِرٌ، وَزَوْجَةٌ صَالِحَةٌ تُعِينُكَ عَلَى أَمْرِ دُنْيَاكَ، وَدِينِكَ خَيْرٌ، مَا اكْتَنَزَ النَّاسُ “
… Rasulullah salallohu alaihi wasallam bersabda kepada Muad bin Jabal:” Wahai Muad, hati yang bersyukur dan lisan yang berzikir dan istri yang sholihah yang dapat membantu atas urusan dunia dan urusan agamamu adalah sebaik-baiknya simpanan manusia.
[Hadist riwayat Baihaki]

Kriteria wanita sholihah menurut Islam adalah:
    1. Menjalankan semua perintah agama dan menjauhi larangannya.
      • Mengerjakan kewajiban agama terutama shalat lima waktu dan puasa Ramadhan dengan tertib dan khusuk.
      • Dapat menjaga kehormatan dengan berpakaian muslimah secara benar, tidak pamer aurat, tidak selingkuh, tidak main api dan tidak berzina.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِذَا صَلَّت الْمَرْأَةُ خَمسها، وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَها؛ وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا: ادخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”.
…Rasulullah salallohu alaihi wasallam bersabda:”Apabila seorang wanita telah mengerjakan shalat lima waktu dan puasa pada bulan Ramadhan dan menjaga farjinya dan taat kepada suaminya maka dikatakan kepadanya masuklah engkau ke dalam surga dari mana saja pintu yang engkau kehendaki”.
[Hadist riwayat Ahmad]
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ
…wanita yang sholihah adalah wanita yang tunduk dan menjaga dirinya ketika suaminya pergi sesuai dengan peraturan Allah.
[Surat An-Nisa ayat 34]
    1. Wanita sholihah dengan hati ridho dapat membantu tugas-tugas suaminya.
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ: ” يَا مُعَاذُ، قَلْبٌ شَاكِرٌ، وَلِسَانٌ ذَاكِرٌ، وَزَوْجَةٌ صَالِحَةٌ تُعِينُكَ عَلَى أَمْرِ دُنْيَاكَ، وَدِينِكَ خَيْرٌ، مَا اكْتَنَزَ النَّاسُ “
… Rasulullah salallohu alaihi wassalam bersabda kepada Muad bin Jabal:” Wahai Muad, hati yang bersyukur dan lisan yang berzikir dan istri yang sholihah yang dapat membantu atas urusan dunia urusan agamamu adalah sebaik-baiknya simpanan manusia.
[Hadist Riwayat Baihaki]
    1. Menyenangkan saat dipandang, patuh ketika diperintah suaminya serta tidak menentang.
3231 – أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ؟ قَالَ: «الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ»
__________
[حكم الألباني] حسن صحيح
… manakah perempuan yang paling baik? Nabi menjawab:”Perempuan kalau dipandang suaminya bisa menyenangkan, kalau diperintah bisa taat dan tidak menentang suaminya dalam urusan diri dan hartanya dengan apa-apa yang dibenci oleh suaminya (tidak khianat, tidak menghambur-hamburkan harta)
[Hadist Sunana Nasa’i No. 3231 Kitabu Nikah Bab Ayyunisa’ Khoir]
    1. Menjaga Martabat suami dan rumah tangganya
Seorang wanita sholihah tidak membicarakan kekurangan / kejelekan suami dan rumah tangganya kepada orang lain, meskipun kepada keluarganya sendiri.

#Sekian dan Terima kasih

Beratnya Meninggalkan Shalat Jamaah

Beratnya Meninggalkan Shalat Jamaah

salat-ldiiTertulis dalam Hadist Abu Dawud No. 547 bahwa Rasulullah salallohu alaihi wasallam memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan shalat secara berjamaah. Salat berjamaah dilaksanakan oleh lebih dari satu orang dan dipimpin oleh seorang imam. Untuk terselenggaranya salat berjamaah di masjid secara tertib dan rutin, maka sebuah masjid mesti dilengkapi dengan perangkat Imam shalat dan Muazin. Muazin disamping bertugas mengumandangkan azan sebaiknya juga bisa mengobrak-obrak jamaah sekitar masjid untuk segera datang ke masjid. Shalat berjamaah memiliki kefadholan antara lain:
  1. Orang yang shalat berjamaah tidak mudah digoda syaitan.
  2. Shalat berjamaah pahalanya 27 (dua puluh tujuh) kali lipat dibanding salat sendiri.
  3. Orang yang mendengarkan azan namun tidak datang untuk shalat berjamaah melainkan salat sendirian, maka shalatnya tidak diterima oleh Allah.
547 – حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا زَائِدَةُ، حَدَّثَنَا السَّائِبُ بْنُ حُبَيْشٍ، عَنْ مَعْدَانَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ الْيَعْمُرِيِّ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «مَا مِنْ ثَلَاثَةٍ فِي قَرْيَةٍ وَلَا بَدْوٍ لَا تُقَامُ فِيهِمُ الصَّلَاةُ إِلَّا قَدِ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ، فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ» ، قَالَ زَائِدَةُ: قَالَ السَّائِبُ: يَعْنِي بِالْجَمَاعَةِ: الصَّلَاةَ فِي الْجَمَاعَةِ
__________
[حكم الألباني] : حسن
… Abi Dardak meriwayatkan: Aku mendengar Rasulullah salallohu alaihi wassalam bersabda:”Tidak ada tiga orang yang berada di suatu desa atau hutan yang dikalangan mereka tidak ditegakkan shalat berjamaah kecuali syetan telah berhasil menggoda mereka. Maka kerjakanlah shalat berjamaah karena sesungguhnya srigala itu memangsa kambing yang sendirian.
[Hadist Sunan Abu Dawud No 547 Kitabu Shalah]

645 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «صَلاَةُ الجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلاَةَ الفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً»
…Abdillah bin Umar meriwayatkan: sesungguhnya Rasulullah salallohu alaihi wassalam bersabda:”Shalat berjamaah (pahalanya) melebihi shalat sendiri 27 derajat.
[Hadist Shohih Bukhari no. 645]

551 – حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ أَبِي جَنَابٍ، عَنْ مَغْرَاءَ الْعَبْدِيِّ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ سَمِعَ الْمُنَادِيَ فَلَمْ يَمْنَعْهُ مِنَ اتِّبَاعِهِ، عُذْرٌ» ، قَالُوا: وَمَا الْعُذْرُ؟، قَالَ: «خَوْفٌ أَوْ مَرَضٌ، لَمْ تُقْبَلْ مِنْهُ الصَّلَاةُ الَّتِي صَلَّى» ، قَالَ أَبُو دَاوُدَ: رَوَى عَنْ مَغْرَاءَ أَبُو إِسْحَاقَ
__________
[حكم الألباني] : صحيح دون جملة العذر وبلفظ ولا صلاة
… Ibnu Abas meriwayatkan Rasulullah salalluhu alaihi wasallam bersabda:”Barang siapa mendenga azan dan tidak ada uzur yang menghalanginya untuk memenuhi panggilan itu (shalat berjamaah dimasjid) maka tidak diterima shalatnya. Para sahabat bertanya :”Apakah uzur itu?” Nabi menjawab:”Rasa takut atau sakit”.
[Hadist Sunan Abu Dawud No. 551]

Azan, Panggilan untuk Shalat Berjamaah

Azan, Panggilan untuk Shalat Berjamaah

 azan-ldii


Azan adalah panggilan bagi kaum Muslim untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid atau mushalla. Panggilan shalat tersebut dicetuskan ketika Rasulullah bersama para sahabat dan kaum Muslimin berkumpul di kota Madinah. Ketika sampai saat shalat mereka berdebat bagaimana cara mengumpulkan orang-orang Islam untuk salat berjamaah. Semula diusulkan menggunakan lonceng seperti orang Nasrani atau terompet seperti orang Yahudi. Akhirnya sahabat Umar radhiallohuu anhu mengusulkan bagaimana kalu panggilan shalat dilakukan oleh seseorang. Seketika itu Nabi memerintahkan Bilal untuk melaksanakan azan. Kisah ini tertulis di dalam Hadist Nasa’i No. 626 Kitabul Adhan. Adapun praktek azan bisa dilihat di Hadist Sunan Nasa’i No.631 Bab Kaifa Adhan.
626 – خْبرنا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ الْحَسَنِ قَالَا: حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ: قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي نَافِعٌ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: كَانَ الْمُسْلِمُونَ حِينَ قَدِمُوا الْمَدِينَةَ يَجْتَمِعُونَ فَيَتَحَيَّنُونَ الصَّلَاةَ وَلَيْسَ يُنَادِي بِهَا أَحَدٌ، فَتَكَلَّمُوا يَوْمًا فِي ذَلِكَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ: اتَّخِذُوا نَاقُوسًا مِثْلَ نَاقُوسِ النَّصَارَى وَقَالَ بَعْضُهُمْ: بَلْ قَرْنًا مِثْلَ قَرْنِ الْيَهُودِ فَقَالَ: عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَوَلَا تَبْعَثُونَ رَجُلًا يُنادِي بِالصَّلَاةِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا بِلَالُ قُمْ فَنَادِ بِالصَّلَاةِ»
__________
[حكم الألباني] صحيح
Abdillah bin Umar meriwayatkan suatu ketika kaum Muslimin sampai di Madinah, mereka berkumpul untuk menentukan waktu salat dan saat itu belum ada panggilan untuk shalat maka mereka bermusyawarah pada hari itu masalah itu. Diusulkan oleh sebagian agar menggunakan lonceng sebagaimana lonceng orang Nasrani sebagian lagi mengusulkan agar memakai terompet seperti terompet orang Yahudi. Maka Umar radhiallohu anhu mengusulkan apakah tidak sebaiknya memerintahkan seseorang untuk melakukan panggilan shalat. Maka Rasulullah bersabda:”Wahai Bilal berdirilah dan azanlah”.
[Hadist Nasa’i No. 626 Kitabul Adhan]

631 – أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ: أَنْبَأَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ عَامِرٍ الْأَحْوَلِ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَيْرِيزٍ، عَنْ أَبِي مَحْذُورَةَ قَالَ: عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَذَانَ فَقَالَ: «اللَّهُ أَكْبَرُ. اللَّهُ أَكْبَرُ. اللَّهُ أَكْبَرُ. اللَّهُ أَكْبَرُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ» . ثُمَّ يَعُودُ فَيَقُولُ: «أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ. أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ. حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ. حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ. حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ. حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ. اللَّهُ أَكْبَرُ. اللَّهُ أَكْبَرُ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ»
__________
[حكم الألباني] حسن صحيح
[Sunan Nasa’i No.631 Bab Kaifa Adhan]